hello

Minggu, 08 Juni 2014

aku bukanlah Sayyidatina Aisyah

Perempuan tercipta rapuh dan lemah, aku tak tahu apakah perempuan merupakan produk kloning dari spesies Adam, tapi beginilah kami….aku. setiap makhluk Allah  tercipta unik dan meskipun ada titik lemah, itulah pembuktian bahwa Tuhanlah yang Maha Sempurna, perumpamaan lain, perempuan lemah dari sudutpandang satu dan sekaligus kuat dari sudut pandang lainnya.Terkadang aku menyangsikan kesungguhanmu. Niat awalmu terpatri pada sosok kacamata yang laindan itu bukan aku. Aku bukan inginmu, aku bukan bukan harapanmu dan kekhawatiranku tersungkur lagi nyaris membuatku lemah, kau tahu….aku tak pernah merasa sekerdil ini.Aku tahu…, aku tak akan sekuat Aisyah, aku tak melihatmu, menyaksikanmu hidup bersama perempuan lain, tetapi hatiku masih begitu rapuh meyakinimu, sementara Aisyah? Kau tahu bagaimana perasaan wanita yang memiliki saudari madu? Bukan berarti Aisyah tak pernah mengeluh, hidup dalam kasih sayang yang terbagi. Adalah manusiawi jika Aisyah menangisi senyum Baginda Nabi yang terbagi, cemburu yang membara hingga kemarahan yang meledak, tapi aku tak setegar Aisyah, yang melihatmu menyinggung sosok kacamata lain atau sosok putih yang dulu….., yang nadi lengannya tampak…., itu saja nyaris melumat habis hatiku.Bertemu denganmu barangkali sebuah kebetulan yang telah ditakdirkan. Aku masih terseok-seok kala kau datang dan begitu tiba-tiba masuk ke dalam kehidupanku, memberiku topangan dan sandaran hingga aku dapat berdiri tegak dan memandang ke depan, genggaman tanganmu telah meracuniku, menjadi candu dan aku tergantung padamu.Yah…cinta itu anugerah dan sekalipun perasaan manusia bisa berubah, aku mencoba berani untuk meyakini bahwa tempatku adalah di dadanya, tepat di jantungnya, sebagaimana do’anya, semoga cinta ini bukan jalan yang buruk bagiku dan baginya.